Sabtu, 04 Juni 2011

BACK TO TAQWA

Ada sebuah ungkapan yang di sampaikan oleh seorang ulama bahwa di akhir jaman ini akan banyak sekali fitnah dan cobaan.Fitnah dan cobaan ini datang silih berganti. Ratusan, ribuan bahkan sampai tidak terhitung Bak buih di lautan.
Dan memang belakangan Fitnah dan cobaan itupun nampak di depan mata kita. Mungkin di fikiran kita semua Cobaan itu hanya bersifat Materi Atau kerusakan Alam dan lainnya. Namun jauh dari itu ada bencana atau cobaan yang paling berbahaya Yakni bencana moral dan krisis akhlak.
sebagai contoh Kita menyaksikan Berbagai tayangan berit adi TV yang menggambarkan bagaimana gersangnya manusia dari akhlak Mulai dari kasus pembunuhan, percurian, hingga kasus pemerkosaan. tak heran bila Allah Menurunkan berbagai peringatan Bahkan Azab yang begitu Maha Dahsyat kepada Manusia. Di sebabkan ole kedurhakaan manusia itu sendiri.
saya yakini bahwa memang ada yang hilang dari manusia ini. Yakni, keimanan dan ketaqwaan. Sebab Kalau itu tetap ada dalam diri manusia maka Allah memjanjika keberkaha bagi seluruh penduduk bumi dari setiap apa yang di Rizkikan kepadanya.
Saya kutip beberapa Catatan sejarah dari orang-orang yang membangkang, seperti golongan kaumnabi nuh as, kaum Ad', kaum tsamud dan yang paling pembangkang adalah kaum bani israil. Allah menimpakan kepada mereka Azab serta kehinaan yang luarbiasa pedihnya.
Untuk itu, Yuk kita kembali kepada fitrah kita sebagai manusia, kepada Alasan kita di ciptakan Yakni Untuk beribadah Dan mencapai derajat taqwa sehingga kita selamat di dunia dan berjaya di akhirat.

Senin, 30 Mei 2011

PILIH PACARAN ATAU TAA'RUF?



Jaman sekarang gampang banget ketemu sama orang yang lagi pacaran. Di jalan, mal, kampus, di mana-mana. Apalagi sekarang kan ada acara TV yang nyomblang-in orang sampai ke pengeksposean pernyataan cinta segala.

Sebetulnya apa sih pacaran itu? Biasanya kalau ada cowok dan cewek saling suka, salah satunya nyatain dan yang lainnya terima, itu berarti udah pacaran. Buat sebagian orang pacaran itu isinya jalan berdua, makan, nonton, curhat-curhatan. Pokoknya just for fun lah! Ada juga orang-orang tujuannya untuk lebih mengenal sebelum pernikahan.

Sebagai umat Islam kita perlu lho mengkritisi apakah “praktek pacaran” yang banyak dilakukan orang ini sesuai atau tidak dengan aturan-aturan dalam Islam.

Pertama, orang kalo lagi pacaran maunya berdua terus. Ah yang bener, iya apa iya. Beberapa hari enggak ditelpon udah resah, seharian enggak di sms udah kangen. Begitu ketemu pengen memandang wajahnya terus, wah pokoknya dunia serasa berbunga-bunga. Apalagi kalau pakai acara mojok berdua, di tempat sepi mesra-mesraan. Waduh, hati-hati deh, soalnya Rasulullah SAW bersabda, “Tiada bersepi-sepian seorang lelaki dan perempuan, melainkan syetan merupakan orang ketiga diantara mereka”.

Kedua, kalau lagi pacaran rasanya seperti dimabuk cinta. Lupa yang lainnya. Dunia serasa milik berdua yang lainnya ngontrak. Hati-hati juga nih, nanti kita bisa lupa sama tujuan Allah menciptakan kita (manusia). FirmanNya, “Dan tidak Kuciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepadaKu” (QS 51:56)

Ketiga, bukan rahasia lagi kalau di jaman serba permisif ini seks udah jadi bumbu penyedap dalam pacaran (Majalah Hai edisi 4-10 Maret 2002). Majalah Kosmopolitan juga mengadakan riset di lima universitas terbesar di Jakarta, dan ternyata dari yang mengaku pernah melakukan aktivitas seksual, sebanyak 67,1% pertama kali melakukan dengan pacarnya.
Memang banyak orang pacaran awalnya enggak menjurus ke sana. Tapi gara-gara sering berdua, ada kesempatan, dan diem-diem syetan udah ngerubung, yah terjadilah. Pertama pegang tangan, terus rangkul pundak, terus cium pipi, terus…..terus…..wah bisa kebablasan deh. Jangan salah lho, agama kita melindungi kita dengan melarang melakukan perbuatan-perbuatan itu. FirmanNya, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu pekerjaan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS 15:32) Ternyata Al Quran udah melakukan tindakan preventif dengan melarang mendekatinya, bukan melarang melakukannya. Rasulullah SAW juga bersabda, “Seandainya kamu ditusuk dengan jarum besi, maka itu lebih baik bagimu daripada menyentuh perempuan yang tidak halal bagimu.” Jadi pegang-pegangan tangan juga mesti dihindari tuh.

Keempat, ternyata pacaran bukan jaminan akan berlanjut ke jenjang perkawinan. Banyak orang di sekitar kita yang sudah bertahun-tahun pacaran ternyata kandas di tengah jalan. Pacaran pun tidak menjadikan kita tahu segalanya tentang si dia. Banyak yang sikapnya berubah setelah menikah.


Kalaulah kini kita tahu praktek pacaran nggak menjadi suatu jaminan bahkan banyak melanggar aturan Allah dan tidak mendapat ridhoNya, masihkah kita yang mengaku hambaNya, yang menginginkan surgaNya, yang takut akan nerakaNya, masih melakukannya?

Tapi kalau bukan dengan pacaran, gimana caranya ketemu jodoh? Jaman sekarang kan kita enggak bisa gampang percaya sama orang, jadi perlu ada penjajagan. Islam punya solusi yang mantap dan OK dalam memilih jodoh. Istilahnya ngetop dengan nama Ta’aruf, artinya perkenalan.

Pertama, ta'aruf itu sebenarnya hanya untuk penjajagan sebelum menikah. Jadi kalau salah satu atau keduanya nggak merasa sreg bisa menyudahi ta'arufnya. Ini lebih baik daripada orang yang pacaran lalu putus. Biasanya orang yang pacaran hatinya sudah bertaut sehingga kalau tidak cocok sulit putus dan terasa menyakitkan. Tapi ta'aruf, yang Insya Allah niatnya untuk menikah Lillahi Ta'ala, kalau tidak cocok bertawakal saja, mungkin memang bukan jodoh. Tidak ada pihak yang dirugikan maupun merugikan.
Kedua, ta'aruf itu lebih fair. Masa penjajakan diisi dengan saling tukar informasi mengenai diri masing-masing baik kebaikan maupun keburukannya. Bahkan kalau kita tidurnya sering ngorok, misalnya, sebaiknya diberitahukan kepada calon kita agar tidak menimbukan kekecewaan di kemudian hari. Begitu pula dengan kekurangan-kekurangan lainnya, seperti mengidap penyakit tertentu, enggak bisa masak, atau yang lainnya. Informasi bukan cuma dari si calon langsung, tapi juga dari orang-orang yang mengenalnya (sahabat, guru ngaji, orang tua si calon). Jadi si calon enggak bisa ngaku-ngaku dirinya baik. Ini berbeda dengan orang pacaran yang biasanya semu dan penuh kepura-puraan. Yang perempuan akan dandan habis-habisan dan malu-malu (sampai makan pun jadi sedikit gara-gara takut dibilang rakus). Yang laki-laki biarpun lagi bokek tetap berlagak kaya traktir ini itu (padahal dapet duit dari minjem temen atau hasil ngerengek ke ortu tuh).

Ketiga, dengan ta'aruf kita bisa berusaha mengenal calon dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Hal ini bisa terjadi karena kedua belah pihak telah siap menikah dan siap membuka diri baik kelebihan maupun
kekurangan. Ini kan penghematan waktu yang besar. Coba bandingkan dengan orang pacaran yang sudah lama pacarannya sering tetap merasa belum bisa mengenal pasangannya. Bukankah sia-sia belaka?

Keempat, melalui ta'aruf kita boleh mengajukan kriteria calon yang kita inginkan. Kalau ada hal-hal yang cocok Alhamdulillah tapi kalau ada yang kurang sreg bisa dipertimbangan dengan memakai hati dan pikiran yang sehat. Keputusan akhir pun tetap berdasarkan dialog dengan Allah melalui sholat istikharah. Berbeda dengan orang yang mabuk cinta dan pacaran. Kadang hal buruk pada pacarnya, misalnya pacarnya suka memukul, suka mabuk, tapi tetap bisa menerima padahal hati kecilnya tidak menyukainya. Tapi karena cinta (atau sebenarnya nafsu) terpaksa menerimanya.
Kelima, kalau memang ada kecocokan, biasanya jangka waktu ta'aruf ke khitbah (lamaran) dan ke akad nikah tidak terlalu lama. Ini bisa menghindarkan kita dari berbagai macam zina termasuk zina hati. Selain itu tidak ada perasaan "digantung" pada pihak perempuan. Karena semuanya sudah jelas tujuannya adalah untuk memenuhi sunah Rasulullah yaitu menikah.

Keenam, dalam ta'aruf tetap dijaga adab berhubungan antara laki-laki dan perempuan. Biasanya ada pihak ketiga yang memperkenalkan. Jadi kemungkinan berkhalwat (berdua-duaan) kecil yang artinya kita terhindar dari zina.

Nah ternyata ta'aruf banyak kelebihannya dibanding pacaran dan Insya Allah diridhoi Allah. Jadi, sahabat……..kita mau mencari kebahagian dunia akhirat dan menggapai ridhoNya atau mencari kesulitan, mencoba-coba melanggar dan mendapat murkaNya?



Sabtu, 05 Maret 2011

CATATAN HARI INI

Oleh : Sopyan De lubis 
suatu peribahasa mengatakan "you can't change wind direction but you can change your wing direction" yang berarti kita tidak bisa mengubah arah mata angin tapi kita bisa merubah arah sayap kita. suatu ungkapan yang seandainya kita cermati dengan bijak akan memberikan banyak sekali pelajaran yang berharga kepada kita. terkadang dalam menjalani  kehidupan ini kita mendapatkan banyak ujian dan cobaan ada orang yang bisa menghadapi ujian itu tapi ada pula orang yang tidak tahan dengan ujian itu. dia beranggapan bahwa kehidupan ini tidak adil baginya kemudian ia menyalahka takdir dan bahkan ada yang sampai tidak betah dengan kehidupanya. sebenarnya apa yang mengebabkan ada orang yang seperti itu?
dapat di katakan bahwa mereka adalah orang orang yang berputus asa dan jauh dari rahmat Allah. serta jauh dari Allah. seandainya mereka dekat dengan Allah Yang Maha Pengasih Maka, tentulah ketenangan akan ada bersama dirinya. salah seorang Ulama mengungkapkan bahwa aka ada suatu masa dimana ada banyak gelombang ujian cobaan dan fitnahan pada umat manusia dan tidak ada apapun yang bisa di lakukan manusia untuk menyelamatkan dirinya dari cobaan itu kecuali do'a sebagaimana ia berdoa ketika Ia sedang tenggelam di tengah lautan. jadi intinya kedekatan dengan tuhannya akan memberikan suatu kekuatan semangat pada dirinya dan juga ketenangan. dia tidak aka merasa kehilangan sesuatu karena ia yakin Dia tidak memiliki Apa-apa Selian Allah Di hatinya. ketika ia mendapat musibah dia tidak menganggap itu sebuah musibah tapi itu adalah suatu anugerah dari Allah karena ia yakin ketika Musibah itu di bebankan kepadanya berarti secara tidak langsung Allah telah memilihnya untuk menjadi menjadi hambanya yang shaleh. jadi, intinya adalah kedekatan dengan Rabbnya. Aidh Al Qarni dalam Bukunya Syiyatul Qulb Mngungkapkan sebuah Hadits Rasululloh SAW "Kenalilah Allah Saat Anda Senang Niscaya Allah Akan mengenali Anda Saat Anda susah"
satu hal lagi yang perlu di perhatikan adalah Kita seharusnya Introspeksi diri denga segala kejadian yang terjadi kita ambil pelajaran dari berbagai musibah yang terjadi pada kita. barang kali segala musiba yang kita hadapi saat ini adalah balasan atas kelakuan kita selama ini atau bisa jadi musibah atau ujian yang datang adalah sebagai teguran bagi kita karena kita selama ini lupa kapada Allah... atau bisa jadi kegagalan, dan masalah yang terjadi pada Kita Akibat kita tidak Berusaha memperbaiki diri.
ada Beberapa Dari sisi kehidupan Kita Yang perlu di perbaiki di antaranya
  1. Ubahlah paradigma berfikir 
  2. lakukan perubahan Visi
  3. lakukan Juga Perubahan Aksi
  4. kembali pada Sang Kholik
  5. selalu berada Bersama Orang-orang soleh dan Sukses
jadi lakukan itu demi sebuah perubahan  jangan merasa perubahan itu suatu hal yang mustahil ingatlah Firman Allah SWT bahwa Setelah sesulitan Akan ada kemudahan
Wallahu a'lam......

Jumat, 28 Januari 2011

TENTANG DAKWAH

Teringat kembali aku akan nasehat Syaikhut Tarbiyah, Ust. Rahmat Abdullah, tentang
dakwah…

Memang seperti itu dakwah.
Dakwah adalah cinta.
Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.
Sampai pikiranmu.
Sampai perhatianmu.
Berjalan, duduk, dan tidurmu.

Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai.

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.

Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.

Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.

Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.

Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.

Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.

Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..

Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang…

“ Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari…

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”
(alm. Ust Rahmat Abdullah)


Kalau iman dan syetan terus bertempur. Pada akhirnya salah satunya harus mengalah. : In memoriam Ust. Rahmat Abdullah La’allanaa fii barokatillah…. Ya Alloh, karuniakanlah kami panasnya iman yang mampu membakar ruh HAMASAH untuk terus bermujahadah dengan penuh kesabaran….aamiin.
sumber: islamedia.com

Kamis, 27 Januari 2011

UKHUWAH ITU INDAH

oleh : sofyan De lubis
suatu pertanyaan yang selalu mengelimuti hatiku adalah mengapa Allah menciptakan sela-sela kosong diantara jari jemari kita. aku berusaha mencari jawabanya. aku mulai mendapat petunjuk ketika aku mendapati sebuah ayat Al Qur'an yang berarti "Yaa Rabb,, tidak lah engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia" Allah menciptakan sesuatu pasti ada manfaat nta untuk kita... termasuk sela kosong di antara jari ini. Allah menciptakan sela kosong ini dengan alasan supaya ada yang mengisinya. manum menjadi pertanyaan lagi siapa yang akan mengisi kekosongan ini.

jawabanya Aku temukan lagi dalam Al Qur'an "Sesungguhnya oreang-orang mu'min itu bersaudara"  itulah jawabannya bahwa sesama kita itu bersaudara. saudara kita inilah yang nantinya akan mengisi kekosongan di sela jari kemari kita. mereka adalah sahabat kita yang menjadi penuntun kita pada cahaya, senang jika kita berada di jalan yang benar manun merasa sedih jika kita terjerumus kedalam lembah kenistaan. mereka adalah saudara yang sebagai mana tercacat dalam Al qur'an "saling menasehati kepada kebenaran dan kesabaran" mereka juga sadar akan nikmatnya ukhuwah. mereka sadar bahwa ukhuwah tak mengenal kesudahan, mengiringi dalam hidup sebagai penyeju, menyapa dalam kesendirian yang melelahkan. persaudaraan dengan mereka adalah persaudaraan yang kekal. tak mengenal kejenuhan. dan selalu punya sesuatu untuk di bagi, meski hanya sebait doa dan seikat nashihat.

saudara terbaik adalah harapan di tengah keputus asaan. sungguh indah jika kita bisa saling berbagi saling menyayangi, saling menguatkan. namun untuk sekarang ini, kita di hadapkan pada situasi di mana ada faham yang saling mengklaim faham mereka benar mengedepankan ego dan mengesampingkan ukhuwah. padahal alangkah indah jika seandainya ukhuwah bisa di satukan dan di kedepankan. kita tidak menganggap perbedaan sebagai sesuatu yang buruk tapi kita anggap perbedaan ini adalah sesuatu yang indah jika kita bisa memanage nya. mari kita analogikan dengan sebuah bangunan, coba kita fikir apa yang membuat bangunan itu menjadi kokoh dan kuat,...... ??? yups, jawabanya adalah bahwa bangunan itu di bentuk dari sebuah perbedaan  coba kita tafakkuri, dalam sebuah bangunan ada unsur semen,pasir, dan lainnya.. ketiga unsur itu tidak saling menonjolkan diri dan tidak saling menyombongkan  diri, ketiganya tidak pernah merasa diri hebat walaupun besi yang menguatkan tapi besi tetap di dalam sebagai penguat, coba bayang kan jika besi tiba -tiba ingin berada di luar. otomatis bangunan nya tidak akan kuat lagi,,, itulah analogi dari ukhuwah. kemudian ada analogi lain yaitu sebuah pelangi... apa yang membuat pelangi itu indah?? apakah karena warna merah, kuning, hijau atau warna yang lainya? tidak demikian,,, semua warna dalam pelangi berperan untuk memberikan keindahan... itulah ukhuwah indajh jika saling menguatkan dan saling mekengkapi.

itulah sesuatu yang terlupakan dari kita saat ini ... yuk kita tanamkan kembali semangat ukhuwah islamiyah yang dulu  di bangun oleh baginda Rasululloh SAW dan para sahabat. kita lahir kan kembali semangat persaudaraan kita tau bahwa kita itu ibarat satu tubuh yang bila salah satu bagian sakit maka bagian yang lain ikut merasakan sakit..... Ya Rabb,,, kuatkan lah tali ukhuwah ini satukan hati kami dalam Cahaya Mu, tetapkan langkah kami dalam menolong AgamaMu  Bimbing kami Untuk Senantiasa memberi yang terbaik UntukMu......... Aamin!


Jumat, 31 Desember 2010

VIRUS MERAH JAMBU


June 29, 2010
hati-hati virus merah jambu di kalangan Aktivis Dakwah
Posted by: hildaw09  :  Category: Academic

Hal yang sangat menarik salah satunya adalah menyimak romantika di dunia aktivis dakwah. Di antara sebegitu banyak yang memiliki komitmen perjuangan, ada juga beberapa yang suatu saat kadang tergelincir pada jebakan interaksi ikhwan-akhwat. Karena memiliki amanah yang sama, sesama pengurus harian lembaga, atau berada dalam satu bidang, bisa juga dalam satu kepanitiaan, membuat interaksi kerja menjadi lebih intens.
Intensitas hubungan kerja itu suatu saat dapat menumbuhkan benih-benih simpati atau bahkan cinta di antara ikhwan dan akhwat. Hal ini bisa jadi fenomena yang wajar, karena cinta kepada lawan jenis itu fitrah manusia, katanya. =====Tapi meski fitrah, tetap aja ada resikonya, terutama pada keikhlasan beramal, sehingga bila ada bibit riya’ dan ujub bisa menghanguskan pahala yang seharusnya didapat. Namun jika ternyata tidak dapat mencegah adanya perasaan seperti itu, ya harus berusaha menjaga keikhlasan, dan tetap simpati (simpan dalam hati). Apabila perasaan itu telah mewujud pada realisasi amal, baik lisan maupun perbuatan, maka tak ayal akan terjadi juga gombalisasi di sini.
Sering seseorang ingin mengekspresikan atau menyampaikan perasaannya yang sedang membuncah karena cinta. Bagi aktivis dakwah, hal seperti ini mustinya disimpan rapat-rapat dalam lubuk hatinya, jangan sampai si “dia” memergoki adanya perasaan itu. Gengsi dong!! Namun suatu saat pertahanan itu bisa jebol manakala perasaan itu makin menjadi-jadi sedang keimanan dalam kondisi menurun. Maka lahirlah sebentuk perhatian pada si “dia”, baik berupa nasehat, tausiyah, pujian, menanyakan sesuatu (baik tanya beneran atau pun pura-pura bertanya hayoo…) atau sekadar menanyakan kabar. Entah itu lewat SMS, telpon, saat chatting, via e-mail … bisa juga dalam rapat koordinasi.
Dari pengamatan, yang paling banyak terjadi adalah adanya gombalisme via SMS, kita sebut saja sebagai SMS gombal. Kita simak contoh SMS-SMS ini….
“Aslm. Apa kbr? Ukhti, ana sungguh kagum dgn semangat anti. Amanah anti di mana-mana namun semuanya bisa tetap tawazun. Anti benar-benar mujahidah tangguh. Tetep semangat ya Ukhti!”
“Salut sama Ukhti! Anti sungguh militan. Hujan deras seperti itu datang rapat dgn jalan kaki. Jaga kesehatan ya. Ana nggak rela klo Anti sampai jatuh sakit…”
Akhwat: “Aww. Apa kabar? Akhi, sedang ngapain nih? Sudah makan belum? Jangan sampai lupa makan ya..”
Ikhwan: “Www. Alhamdulillaah, menjadi jauh lebih baik setelah Anti SMS ^_^. Ane sedang memikirkan seorang bidadari dunia yang begitu anggun mempesona. Hmm… ane belum makan, tapi dah gak terasa lapar klo ingat sama Anti…”
(Halah… gombal semua tuh!!!)
Ada yang lebih parah nih … kayak gini:
“Aww. Wah .. Anti makin terlihat anggun dengan jilbab biru tadi…”
“Assalaamu ‘alaikum. Apa kbr? Lama nggak kontak ya. Ane kangen ma suara Anti…”
“ … Ane janji akan menikahi Anti setelah lulus nanti ….”
Oh .. NOOOOOOOOOOOO!! Aneh-aneh aja isi SMS-nya. Mungkin lebih banyak lagi SMS-SMS aneh lainnya yang belum terdeteksi. Hmm.. bagaimana reaksi si penerima? Ya bervariasi, ada yang cuek saja, ada yang merasa risih, ada yang membalas biasa, ada yang bertanya-tanya bin penasaran, ada juga yang suka dan berbunga-bunga, ada yang kemudian menaruh harapan. Kita simak penggalan berikut…
Pada dini hari sekitar pukul dua pagi, suara berisik nada SMS membangunkan seorang akhwat dari perjalanan tidurnya. SMS dari siapa nih malam-malam gini, pikirnya. Serta merta dia buka SMS-nya, hah… dari seorang ikhwan, bunyinya:
”Wahai Ukhty, segera terjagalah dari mimpi indahmu, bangunlah dari peraduanmu, basuhlah wajah dan anggota tubuhmu agar bersinar di hari kemudian, bersujud dan bersimpuhlah kepada Allah, agungkanlah Asma-Nya. Niscaya Allah akan meridhoi langkah kita dan mengabulkan cita dan harapan kita.”
Sang akhwat tertegun, ngapain malam-malam begini si ikhwan itu ngirim SMS, kurang kerjaan aja. Dasar, sok perhatian! Namun tanpa sadar jari-jari lentik akhwat itu mengetik balasan:
“Jazakallah khairan, Akh. Jangan kapok tuk sering ngingetin ane ya…”
Nah lo!!
Coba dirasa-rasakan, apa SMS-SMS semacam itu tidak beresiko? Bagus sih sepertinya, membangunkan untuk sholat tahajud … tapi efek sampingnya bisa menimbulkan penyakit-penyakit hati. Bikin merajalelanya VMJ (Virus Merah Jambu). Waa.. kalau virus yang satu ini menyebar, bisa repot. Sulit nyari vaksin atau anti virusnya.
Makanya… ingat, penyebab awal perlu dicegah, yakni adanya gombalisasi. Kalau si gombal dah nyebar, maka sedikit banyak korban bisa berjatuhan. Baik ‘lecet-lecet’ ringan maupun ‘luka’ berat. Bahkan nanti gak hanya berdampak pada hati, tapi juga fisik. Lha bayangin aja … kalau jadi gak enak makan, gak nyaman tidur karena tiap mau makan .. ingat dia, mau tidur … ingat dia, mau ngapain aja ingat dia, apa gak lama-kalamaan bisa kurus tuh? Trus …siapa korbannya? Siapa lagi kalau bukan kaum wanita/akhawat. Mestinya paham dong gimana fitrah perasaan mereka. Mereka seneng dan suka bila diberi perhatian … bisa berbunga-bunga hatinya. Dan tipe cinta mereka (kebanyakan) adalah jatuh cinta sekali yang dibawa sampai mati, kayak Nurul dalam novel AAC itu loh… Trus mereka juga mudah berharap. Nah tuh … coba pikir kalau sampai mereka jatuh cinta, kemudian sampai berharap. Jika kemudian cinta dan harap itu tidak kesampaian, apa nggak sakiiiit banget nanti? Apa tega, mendholimi mereka seperti itu?
So, khususnya bagi para ikhwan, jaga diri, jaga hati, jaga gengsi. Jangan asal kirim SMS, lebih-lebih SMS gombal bin murahan. Juga .. jangan asal balas SMS, apalagi dengan SMS gombal. Ini nih contoh balasan yang ngegombal….
Akhwat : “Ane pengin rihlah, ke syurga …”
Ikhwan : “Ukhty, ke mana pun Anti mau pergi, saya akan bersedia menemani, meski taruhannya jiwa ini …” (He..he..he.. peace Ukhti ^_^ )
Nah!! Dasar gombal! Jaga gengsi dong. Ini nih…. Barisan kata berikut mungkin bisa menggambarkan ikhwan yang nggak mau nggombal.
Karena Aku Mencintaimu
Wahai Ukhty…
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu
Karena cintaku padamu,
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah
Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,
Ku tak ingin mempesonamu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
Atau pun menaruh harap padaku.
Maka biarlah…
Aku bersikap tegas padamu,
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin,
Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….
Semua itu karena aku mencintaimu,
Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu.
So, sekali lagi bagi para ikhwan, jangan jualan gombal, jangan obral janji. Gak usah deh sok perhatian, terlebih lagi bilang suka atau cinta. Bisa fatal tuh akibatnya! Mau jadi orang dholim?? Tegaskan semenjak sekarang, hal seperti itu tabu kalau belum nikah. Kalau dah nikah sih … puas-puasin aja bilang cinta seratus kali sehari ama istrinya. Sampai dhower deh, terserah! ^_^
Bagi para akhwat, hati-hati binti waspada Ukh … jangan mudah digombali. Jangan percaya dengan kata-kata suka, cinta atau janji-janji. Jangan mudah menambatkan hati, jangan mudah berharap. Stay cool, calm, confident. Perisai izzahmu harus tetap kokoh. Antum tidak suka terombang-ambing kan? Antum lebih suka pada kepastian kan? Makanya jangan sampai semua itu terjadi sebelum ada hal yang konkrit, sebelum ada kepastian. Hal konkrit itu adalah, si ikhwan mengkhitbah Antum dengan datang ke orang tua Antum. Itu … baru deh, oke. Waspadalah …waspadalah …
from: artikel islami in “Belajar Islami”
posted by mardi ( http://mardiunj.blogspot.com)

Kamis, 11 November 2010

MEMBANGUN MOTIVASI

oleh : sofyan de lubis

dalam hidup terkadang  kita tidak sadar bahwa kita tengah di hadapkan pada suatu yang membuat kita harus selalu bekerja keras dan tidak mengenal lelah,, semangat yang tinggi dan cita -cita yang membara. Dan secara tidak langsung kita meski memiliki suatu motivasi yang menstimulasi gerak dan langkah kita dalam mencapai tujuan kita. 
 berbicara tentang motivasi, ada beberapa atau sesuatu yang bisa di jadikan motivasi untuk kita. dan motivasi ini dapat di bagi menjadi dua macam :
1. ada Motivasi Internal (dari Dalam)
     motivasi internal atau motivasi yang berasal dari dalam diri kita bisa berupa hasrat dan semangat yang besar, Dan Juga cita -cita atau visi hidup. seseorang yang memiliki cita-cita yang tinggi dan Visi hidup yang jelas ia akan berusaha mencapai cita-citanya itu, dengan sekuat tenaga ia akan meng'cut' segala sesuatu yang membuat cita-citanya terhambat, yang membuat ia down bahkan salah seorang penyair Islam menggambarkan Ia sebagai seekor Burung yang hanya akan terbang di tempat yang tinggi tidak peduli dengan kencangnya angin berhembus... dan juga salah satu yang paling penting dari motivasi internal adalah keyakinannya yang mantap hanya Kepada Sang Pencipta Yaitu Allah SWT. sebagai contoh salah seorang sahabat nabi Yang bernama Bilal Bin Rabah dia Adalah Budak dari salah seorang saudagar Quraisy yang bernama Umayah,beliau beriman kepada Allah secara sembunyi2 sampai ahkirnya ketahuan oleh Umayah lalu dia di paksa untuk kembali kepada Agamanya terdahulu yaitu menyembah berhala, namun karena keyakinannya pada Allah sangat kuat ia tidak gentar bahkan sampai di siksa dengan cara di jemur di bawah terik matahari di gencet dengan batu besar Dia tidak bergeming dan tetap istiqmah. 
     itu merupakan salah satu kisah yang menginspirasi kita betapa keyakinan yang kuat bisa membuat seseorang yang sebenarnya lemah menjadi kuat dan tahan terhadap cobaan dan godaan.dan sebenarnya masih banyak lagi.. kisah yang bisa kita Ambil hikmahnya. 
2. motiuvasi yang berasal dari Luar
      motivasi yang berasal dari luar maksudnya adalah lingkungan baik itu limgkungan yang bersipat Implisit ( keluarga) ataupun lingkungan yang bersipat Ekplisit(lingkungan Luar) dan juga dia bergauldengan seseorang juga sangat mempengaruhi prilakunya.sebagaimana pepatah mengatakan jika kita bergaul dengan tukang farfum maka akan menempel wanginya pada kita tapi jika kita bergaul dengan pandai besi maka abunya akan kena ke kita..
       cara untuk kita bisa memiliki motivasi yang tinggi yaitu bergaullah dengan orang2 yang memiliki motivasi yang tinggi juga, jika kita ingin menjadi orang yang sholeh maka bergaullah dengan orang yang sholeh,jika kita ingin menjadi pribadi yang sukses meka bergaulah dengan orang yang sukses.
        Itulah Motivasi yang akan menjadi motor penggerak dalam hidup.Hidup ini adalah pilihan Sukses adalah pilihan anda sehingga Anda berusaha meraih sukses dengan semangat.

Rabu, 01 September 2010

Cinta itu Menyembuhkan, Bukan Menyakitkan

oleh : Agastya Widhi Harjunadhi
Mungkin judul dari artikel saya kali ini sedikit menimbulkan tanda tanya dalam benak anda. Setidaknya ada yang berkata “hmm? menyembuhkan? menyakitkan? “.. sebagian dari anda mungkin sudah tahu hal seperti apa yang dinamakan cinta yang menyembuhkan atau yang menyakitkan, tapi yang saya tebak kali ini adalah, sebagian besar dari anda, pasti pernah mengalami “sakit karena cinta”..ya kan?.. termasuk penulis juga soalnya, hehe (jujur amat sih gue), tapi yang terpenting, saya ingin mengajak anda untuk berfikir dengan sudut pandang yang berbeda dan lebih bijaksana insya Alloh, meski kebanyakan dari anda itu mudah untuk memahami teorinya, namun kebanyakan dari anda pula, tersandung dalam hal “praktik”nya.. ya tho..ngaku aja..haha.. tenang..saya juga kok.. makanya, justru karena kita makhluk yang tiada sempurna, tempat salah dan lupa, maka kita belajar bareng, berbagi dan juga saling mengingatkan..
nah, saya mengambil cuplikan kisah yang ada di Ketika Cinta Bertasbih.. ini dia..

“Bayangkan Kang, kalau boleh jujur, aku sudah bersimpati padanya sejak mengajarnya di Madrasah Aliyah. Dulu aku tidak merasakannya. Tapi sejak dia tiba di Cairo ini, aku diam-diam sudah merencanakan hendak mengkhitbahnya begitu aku lulus. Aku sangat mencintainya. Namun herannya ketika dia minta saran kenapa aku bisa memberi saran demikian. Kenapa aku sok jadi pahlawan dengan mengutamakan orang lain? Sekarang aku seperti terpanggang oleh api cemburu dan penyesalan yang sangat menyakitkan. Aku harus bagaimana Kang?”
Azzam tersenyum. Entah kenapa mendengar kisah Fadhil ia ingin tertawa, tapi tidak dilakukannya. Ia takut membuat Fadhil semakin tersiksa. Dengan tenang, ia berniat menghibur dan memberikan jalan yang lebih terang kepada Fadhil. Ia menanggapi,
“Dhil, Fadhil, masalah yang kau hadapi itu masalah kecil. Tak usah kaubesar-besarkan. Nanti semuanya akan baik-baik saja. Ini kebetulan aku baru saja membaca perkataan Imam Ibnu Athaillah yang sangat dahsyat tentang cinta. Dan perkataan beliau ini bisa jadi terapi yang tepat untuk penyakit cintamu. Ya, aku katakan apa yang kau simpan di hatimu itu adalah penyakit. Cinta sejati itu menyembuhkan tidak menyakitkan.”
Dengar baik-baik ya perkataan Ibnu Athaillah, saya bacakan langsung dari kitab aslinya. Beliau mengatakan: la yukhrijuasy syahwata illa khaufun muz’ijun aw syauqun muqliqun! Artinya, tidak ada yang bisa mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangan duniawi selain rasa takut kepada Allah yang menggetarkan hati, atau rasa rindu kepada Allah yang membuat hati merana!
“Coba resapi baik-baik kata-kata ulama besar dari Iskandaria ini. Kecintaanmu pada Tiara itu syahwat. Hampir semua orang yang jatuh cinta itu merasakan apa yang kau rasakan. Dan perasaan seperti itu tidak akan bisa kau keluarkan, kau usir dari hatimu kecuali jika kau memiliki dua hal. “Pertama, rasa cinta kepada Allah yang luar biasa yang menggetarkan hatimu. Sehingga ketika yang ada di hatimu adalah Allah, yang lain dengan sendirinya menjadi kecil dan terusir. Kedua, rasa rindu kepada Allah yang dahsyat sampai hatimu merasa merana. Jika kau merasa merana karena rindu kepada Allah, kau tidak mungkin merana karena rindu pada yang lain. Jika kau sudah sibuk memikirkan Allah, kau tidak akan sibuk memikirkan yang lain. “Karena hatimu miskin cinta dan rindu kepada Allah, jadinya kau dijajah oleh cinta dan rindu pada yang lain. Saat ini yang menjajah hatimu adalah rasa cinta dan rindumu pada Tiara. Itulah yang membuatmu tersiksa Padahal kau sudah tahu kalau dia sudah dilamar dan dikhitbah saudaramu sendiri. Kau harus tahu perasaan seseorang tidak bisa mengubah hukum syariat. Seberapa besar rasa cintamu kepada Tiara dan seberapa besar perasaan cintanya kepadamu, tidak akan mengubah hukum dan status Tiara, bahwa ia telah dikhitbah oleh saudaramu. Apalagi Tiara telah menerimanya.
“Panitia pernikahan telah ditata. Kau sama sekali tidak boleh merusaknya. Kalau kau mau jadi pahlawan jangan setengah-setengah. Jadilah pahlawan yang benar benar pahlawan, meskipun harus mengorbankan sesuatu yang kau anggap paling berharga. Tidak ada pahlawan yang tidak berkorban apa-apa!”
Kedua mata Fadhil basah mendengar kata -kata Azzam yang membukakan jalan lebih terang baginya. Tapi Tiara masih juga tertulis dengan jelas di hatinya.
“Terima kasih Kang. Cinta memang bukan segala-galanya, tapi kehilangan cinta seperti kehilangan segala -galanya.”
Azzam tersenyum dan berkata dengan suara pelan,
“Benar. Mencintai makhluk itu sangat berpeluang menemui kehilangan. Kebersamaan dengan makhluk juga berpeluang mengalami perpisahan. Hanya cinta kepada Allah yang tidak. Jika kau mencintai seseorang ada dua kemungkinan diterima dan ditolak. Jika ditolak pasti sakit rasanya. Namun
jika kau mencintai Allah pasti diterima. Jika kau mencintai Allah, engkau tidak akan pernah merasa kehilangan. Tak akan ada yang merebut Allah yang kaucintai itu dari hatimu. Tak akan ada yang merampas Allah. Jika kau bermesraan dengan Allah, hidup bersama Allah, kau tidak akan pernah berpisah
dengannya. Allah akan setia menyertaimu. Allah tidak akan berpisah darimu. Kecuali kamu sendiri yang berpisah dari-Nya. Cinta yang paling  membahagiakan dan menyembuhkan adalah cinta kepada Allah ‘Azza wa Jalla.”
Mendengar hal itu ada kesejukan yang mengaliri jiwanya. Kesejukan yang membuat hatinya sedikit terhibur dan lega. Jiwanya perlahan mulai menemukan ketenangan.
nah, itu adalah hikmah, dan sedikit uraian cerita sebagai contoh konkretnya. selanjutnya adlah tergantung pada pribadi masing-masing dalam menyikapinya.. semoga bermanfaat.. :)
=================================
ANA UHIBBUKUM FILLAH
SALAM CINTA UNTUKMU SODARAKU KARENA ALLAH
♥♥ ♥♥
(¯`v´¯)
`·.¸.·´
¸.·´… ¸.·´¨) ¸.·*¨)
(¸.·´ (¸.·´ .·´ ¸¸.·¨¯`·.
♥♥ agastya w. harjunadhi ♥♥
sumber : agastya.wordpress.com

Indahnya pacaran setelah menikah

Pacaran..??? siapa takut. euiit, pacaran yang bagaimana dulu dong. islami atau tidak pacarannya? btw, gimana sih pacaran yang islami? semoga tulisan ini akan memberi sedikit informasi bagaimana sih islam dalam mengatur pacaran.
saat ini bisa kita lihat pasangan pasangan muda mudi jalan bersama, makan bersama, nonton film bersama seperti layaknya pasangan yang tak terpisahkan. meraka kadang sampai berikrar kalo akan selalu bersama dunia dan akherat. emang akherat gimana sih….kok beraninya janji kalo akan bersama di akherat.
bagi sebagian mereka pegangan tangan, cium tangan, sampai ke yang lebih dalam lagi dilakukan. banyak dari mereka sampai melakukan hal hal yang hanya diperbolehkan bagi sepasang suami istri. hari hari mereka terasa indah katanya.
ada yang melalukan itu dalam hitungan hari, bulan atau bahkan tahun. ada yang berlanjut sampai nikah dan ada pula yang akhirnya putus di tengah jalan tanpa tahu sebab pastinya. kalo dah gini siapa yang rugi???
bagi yang sampai menikah pun biasanya masalah mulai akan nampak ketika mereka sudah resmi jadi suami istri. semua sifat dan kelakuan asli muncul yang selama pacaran selalu ditutup tutupi demi sang kekasih. pertengkaran demi pertengkaranpun datang silih berganti. maka tak heran jika kita sering melihat rumah tangga yang berujung pada perceraian. biasanya alasan sepele saja, “sudah tidak cocok lagi”.
so mana manfaat pacaran??? bagaimana janji janji yang akan sehidup semati?. ini semua disebabkan karena kita tidak menjadikan islam sebagai guide dalam kehidupan. kalo kita bisa merubah atau menjalankan pacaran secara islami, insya Allah semua akan selalu dalam karunia Allah.
emang pacaran islami gimana? dalam islam jelas dilarang berduaan dua orang yang bukan mukhrim karena yang ketiga adalah syetan. so biar aman ya kita harus jadi mukhrim dulu dangan orang yang kita cintai. so menikah gitu?? yup menikah.
menikah adalah cara yang diajarkan islam dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia akan pasangannya. setelah menikah kita bisa melakukan apa saja dengan pasangan kita. dan isnya Allah bernilai pahala.
alhamdulillah sudah mulai banyak saudara saudara kita yang tahu akan pentinya hal ini. sudah banyak temen temen atau adik adik kita yang sudah menikah ketika masih kulian. semoha Allah memudahkan semua urusannya.
nah disinikan indahnya pacaran setelah menikah. kita ga takut atau ngumpet ngumpet. kita ga takut diketahui oarang lain. kita bisa melakukan apa aja. kan sudah halal hehheheh. beda sekali sama yang pacaran sebelum nikah kan.
kita akan selalu saling mengingatkan atau memeberi semangat. karena dasar dari cinta ini adalah Allah, so semua mencari ridho Allah. setelah nikah bukan pertengkaran yang didapat tapi kedekatan yang muncul. dengan berjalannya waktu cinta dan sayang akan semakin kuat karena bukan didasari dengan kebohongan dan pura pura.
semoga temen temen yang baca tulisan ini segera bisa memulai pacaran yang islami. sehingga bisa segera merasakan indahnya pacaran setelah menikah.
mohon maaf kalo ada salah dikata. kalo ada kebaikan itu dari Allah semata.

Selasa, 20 Juli 2010

DOA UNTUK PARA AKHWAT

Untuk Para Akhwat…. mari kita Aminkan Doa ini…
Untuk Para Ikhwan…. Dengarlah Doa Para Akhwat yang sangat merindukan datangnya seorang pendamping….
“Peringatan Rasulullah: “Bukan termasuk golonganku orang-orang yang merasa khawatir akan terkungkung hidupnya karena menikah kemudian ia tidak menikah.” (HR. Thabrani). “
Apa yang menghimpit saudara kita sehingga MEREKA SANGGUP MENETESKAN AIR MATA. Awalnya adalah KARENA MEREKA MENUNDA APA YANG HARUS DISEGERAKAN, MEMPERSULIT APA YANG SEHARUSNYA DIMUDAHKAN. Padahal Rasululloh berpesan: “Wahai Ali, ada TIGA PERKARA JANGAN DITUNDA-TUNDA, apabila SHOLAT TELAH TIBA WAKTUNYA, JENAZAH APABILA TELAH SIAP PENGUBURANNYA, dan PEREMPUAN APABILA TELAH DATANG LAKI-LAKI YANG SEPADAN MEMINANGNYA.” (HR Ahmad) “
— M. Fauzil Adhim
****************************
A Prayer
Tuhanku…
Aku berdo’a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu
Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia
Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah
Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya
Tuhanku…
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna
Tuhanku…
Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku
Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
“Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna.”
Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan